Mengapa Saya Menulis? Terapi di Antara Kata
2 Juni 2026
Menulis sebagai Terapi
Banyak orang bertanya, "Rika, bagaimana kamu punya waktu untuk lari marathon sekaligus konsisten menulis blog?" Jawabannya sederhana: keduanya adalah cara saya menjaga kewarasan.
Jika lari adalah cara saya melepaskan energi fisik, maka menulis adalah cara saya menyusun kembali pikiran-pikiran yang berantakan.
Mengurai Benang Kusut
Pikiran manusia itu seperti benang kusut. Terlalu banyak hal yang dipikirkan dalam satu waktu. Kekhawatiran, ide, rencana, semuanya bertumpuk. Dengan menulis, saya memaksa diri saya untuk melambatkan tempo. Mengambil satu ujung benang, dan perlahan-lahan mengurainya menjadi kalimat yang masuk akal.
Berbagi Cerita
Terkadang, saya merasa cerita saya terlalu biasa untuk dibagikan. Namun, beberapa kali saya mendapat pesan dari pembaca yang merasa terbantu dengan tulisan saya, baik itu tentang tips lari atau sekadar refleksi hidup. Itu memberi saya motivasi tambahan. Bahwa tulisan yang sederhana bisa menjadi resonansi bagi orang lain yang mungkin sedang mengalami hal serupa.
Menulislah. Bukan untuk menjadi terkenal, bukan untuk menjadi sempurna. Menulislah untuk dirimu sendiri.